Home / Uncategorized / Berprofesi Sopir Angkot Kini Ditangkap Polisi Akibat Menjual Obat Keras

Berprofesi Sopir Angkot Kini Ditangkap Polisi Akibat Menjual Obat Keras

Berprofesi Sopir Angkot Kini Ditangkap Polisi Akibat Menjual Obat Keras – NA (18) , yang berprofesi sopir angkutan kota (angkot) dibekuk anggota Sat Narkoba Polrestabes Bandung karna mempunyai dan mengedarkan 10. 000 butir obat terlarang type Tramadol 4. 000 butir serta Hexymer 6. 000 butir.

Tersangka dibekuk pada Kamis (21/9/2017) sekitaran jam 09. 00 WIB di tempat tinggalnya, Jalan Sarijadi, Babakan Cilandak, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Terkecuali 10. 000 obat terlarang, petugas juga mengambil alih uang Rp5 juta yang disangka hasil dari penjualan obat keras itu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menyebutkan, Tramadol serta Hexymer adalah obat daftar G atau keras yang begitu dilarang diperjual-belikan dengan bebas.

Terlebih sekarang ini, dua type obat keras itu sudah dicabut dari daftar edar oleh BBPOM RI karna beresiko begitu beresiko pada kesehatan.

Berdasar pada pernyataan tersangka NA, kata Hendro, dia sudah 3x beli obat keras itu dengan on-line. Obat terlarang itu lalu di kirim memakai paket. Tramadol dal Hexymer itu di jual pada rekan-rekannya sesama sopir di lokasi Sukasari.

” Masalah ini masih tetap diperkembang untuk membuka penyuplai obat keras itu dengan inisial W yang masuk DPO. Demikian halnya peluang obat itu di jual pada pelajar. Tetapi tersangka mengakui tidak jual ke anak sekolah, ” tutur Kapolrestabes AKBP Haryo Tejo.

Disebutkan, atas tindakannya, tersangka dijerat Pasal 53 ayat (1) KUHP Jo Pasal 196 Jo Pasal 197 UURI Nomor 36/2009 mengenai Kesehatan.

Ancaman hukuman Pasal 196, kat Haryo, dipidana dengan penjara paling lama 10 th. serta denda paling banyak Rp1 miliar. ” Sedang Pasal 197 berisi ancaman hukuman paling lama 15 th. serta denda Rp15 miliar, ” papar Haryo.

Disamping itu, tersangka NA mengakui seringkali memakai obat itu serta rasakan mabuk. ” Sehari-hari saya jual 10 butir Tramadol serta Hexymer. Keuntungannya menjangkau Rp4 juta, ” ujarnya.

About admin