Home / Berita Umum / FDR Diketemukan Pada Kamis (1/11) Lebih Kurang Jam 10.30 WIB

FDR Diketemukan Pada Kamis (1/11) Lebih Kurang Jam 10.30 WIB

FDR Diketemukan Pada Kamis (1/11) Lebih Kurang Jam 10.30 WIB – Proses pelacakan korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang tetap dilanjut. Pelacakan ikut dijalankan pada CVR black box serta body pesawat.

Usaha team SAR kombinasi yg terdiri dalam Basarnas, TNI, Polri, serta relawan berbeda membawa hasil. Walau dalam operasi SAR mendapatkan sekitar 195 kantong jenazah, team kombinasi belum juga bisa mendapatkan badan pesawat dengan utuh.

“Tubuh pesawat dengan full kita belum juga dapatkan. Team kami konsentrasi di isyarat CVR, tetap mencari di area berbarengan BPPT,” tutur investigator KNKT, Ardi Gunawan, di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018).

Akan tetapi, team SAR kombinasi sukses menemukan serta mengangkut serpihan body pesawat serta beberapa fitur. Salah satunya Flight Data Recorder (FDR), dua turbin, dua roda, Emergency Locator Transmitted (ELT), sampai kulit pesawat.

Selanjutnya lis penemuan team SAR Kombinasi sepanjang 11 hari pelacakan:

– FDR

FDR diketemukan pada Kamis (1/11) lebih kurang jam 10.30 WIB, team SAR kombinasi sukses mendapatkan Flight Data Recorder (FDR) yg ada di Black Box.

FDR black box sukses diketemukan sebelumnya setelah Ping Detector sukses tangkap isyarat Black Box di lebih kurang 400 mtr. dari last kontak pesawat pada koordinat 05 derajat 46 menit 15 detik selatan-107 derajat 07 menit 16 detik timur dengan kedalaman 32 mtr.. Akan tetapi, didapati FDR itu diketemukan dalam keadaan terbelah dua.

“Black box style FDR yg diketemukan dalam keadaan patah serta terpotong berubah menjadi dua sisi,” kata Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko pada detikcom.

– Dua Turbin

Turbin pertama pesawat Lion Air PK-LQP diketemukan serta diambil dari perairan pada Sabtu (3/11), terus yg ke dua diketemukan kembali lagi Selasa (6/11). Pengangkatan sisi mesin pesawat itu dijalankan dengan crane yg ada di kapal Baruna Jaya I. Turbin terus dibawa ke dermaga JICT 2 gunakan LCU Banda Aceh.

“Turbin udah dua diketemukan. Punya arti, dua engine udah diketemukan. Lantas tempo hari roda yg berbeda sudah nampak,” tutur Kabasarnas Marsdya M Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).

– Dua Roda Pesawat

Salah satunya roda Lion Air PK-LQP nomer penerbangan JT 610 yg jatuh di perairan Karawang udah dievakuasi ke Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu roda yg diketemukan itu adalah pendarat belakang pesawat.

“Ini hari saya lihat di TV udah bertemu roda, kami lihat sesaat di TV. Kita lihat roda mutar, kita dapat yakinkan itu roda pendarat belakang,” tutur Ketua Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Terus roda ke dua kembali diketemukan pada Minggu (4/11). Keadaan ban ada roda nampak udah pecah serta besinya nampak bengkok. Roda ini tetap diketemukan di lebih kurang area FDR diketemukan.

“Yg selebihnya yaitu roda pesawat komplet dengan dudukannya, sama (diketemukan) dengan kedalaman 30 mtr. juga. Tempatnya di sekitar kita mendapatkan tetap dibsekitar FDR semua,” kata Komandan Unit Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Kaut (P) Bambang Trijanto, di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/11).

Kecuali beberapa sisi itu ada pula barang berbeda yg diketemukan, yakni Emergency Locator Transmitted (ELT), Flight Direction, kulit pesawat sampai potongan busa dari tempat duduk pesawat. Waktu ini proses pelacakan satu black box yang lain Cockpit Voice Recorder (CVR) tetap senantiasa berbuntut.

Apabila kelak proses evakuasi diberhentikan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tetap akan mencari CVR yg berisi rekaman nada dalam kokpit. Tentulah hal semacam itu buat memberi dukungan pengumpulan bukti-bukti berkaitan yang menimbulkan jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10).

“Gak kami konsisten mencari, mungkin bisa ada menambahkan, 3 hari kan dari Basarnas, KNKT menjadi pemerintah akan diperpanjang. (Penyelamnya) ya kelak kita kordinasikan. Sama team lainnya,” tutur Investigator KNKT, Ardi Gunawan.

About admin