Home / Berita Umum / Gamelan Yang Di Mainkan Tuna Netra Mendunia

Gamelan Yang Di Mainkan Tuna Netra Mendunia

Gamelan Yang Di Mainkan Tuna Netra Mendunia – Semangatnya yang tidak mengetahui batas, buat ia memiliki ketrampilan yang tidak dipunyai orang normal. Tidak tanggung-tanggung, kekuatannya yaitu jadi pelatih/pelatih alat musik tradisionil gamelan di Kudus.

Yaitu Muhammad Zufron, seseorang tuna netra hebat. Pria kelahiran 11 April 1968 ini mengajarkan kekuatan bermain gamelan pada muridnya beberapa penyandang tuna netra beda di Panti Service Sosial Disabilitas Netra (PPSDN) Pendowo Kudus.

Didapati Detikcom di PPSDN Jalan Pendowo nomor 10 Mlati Lor, Kudus, Imron, panggilannya, memaparkan rahasia kepiawaiannya memainkan gamelan.

” Gamelan itu gampang. Asal serius berlatih, ” katanya, Kamis (26/4/2018) .

Menurut warga Jalan Veteran nomor 34 A Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus, bila telah miliki rasa ketertarikan pada alat gamelan, jadi sama juga percepat sistem belajar. Hal tersebut adalah pengalamannya sepanjang mengajari bermain gamelan anak didiknya.

Di asrama ini, beberapa anak didik, atau umum dimaksud penerima faedah (PM) memiliki saat belajar gamelan satu minggu sekali. Yakni cuma Jumat saja di Ruangan Karawitan.

” Belajar gamelan berbentuk satu lagu dapat lancar ya sekitaran 2 x pertemuan, ” terang Imron.

Diantara cara yang di ajarkan pada anak didiknya yaitu, mesti miliki ketertarikan lebih dahulu. Sekarang ini, dari jumlah PM di asrama 46 orang, cuma 10 orang yang tertarik belajar gamelan Jawa. Seperti gamelan dengan alat jam dua, contoh gambang, gender, bonang, s/d alat jam satu jenis kendang, saron serta yang lain.

Imron juga mengungkap banyak hal perlu dalam mengajari sesama tunanetra bermain gamelan. Bila orang normal, dapat di ajarkan bareng-bareng lewat cara menuliskan not di papan, lalu dimainkan. Bila mengajari main gamelan dengan anak didik tunanetra, pelatih mesti mengajari mereka satu persatu. Dengan didekati, lalu di ajarkan.

Sebagian lagu yang dia mainkan bareng anak didik yaitu lagu Manyar Sewu, Kebo Giro, Gugur Gunung, Ricik-ricik, serta Singo Barong.

” Gamelan atau alat musik yang lain yaitu kekuatan penambahan pilihan untuk beberapa penerima faedah terkecuali mahir memijat, ” terangnya.

Dia sendiri belajar gamelan dan alat musik beda mulai sejak kecil. Yang dipelajarinya mulai sejak ada di panti sosial yang sempat jadi tempatnya belajar. Dari mulai Pemalang, Semarang, Bandung, sampai Kudus.
Tidaklah heran kekuatannya memainkan gamelan sempat mengantarkannya ke beberapa negara Asia, Eropa serta Afrika. Dengan sebagian negara di antaraya, Italia, Perancis, Tiongkok, Australia, Jepang, Maroko, serta yang lain.

Dengan mengingat tajam, Imron menjelaskan, waktu keliling dunia itu dia ada pada satu tim asal Indonesia. Anggotanya, semuanya normal. Cuma dia yang tuna netra. ” Kami bawa misi kebudayaan Indonesia, pada th. 1996 sampai 2000.

Di panti ini, sesuai sama SK, Imron jadi ayah asrama atau pengasuh. Keseharian dia mengajar atau jadi pelatih baca catat braile, serta pelatih kesenian. Bukan sekedar gamelan, dia juga mengajarkan beragam alat musik band mulai drum, keyboard serta, gitar.

Satu diantara anak didiknya, Rohman, (17) mengakui, bermain gamelan karna miliki ketertarikan yang besar. ” Saya memanglah tertarik main gamelan, ” kata Rohman yang datang dari Undaan, Kudus.

Candra Yuliawan, Kepala PPSDN Pendowo Kudus menyebutkan, sosok Imron atau Zufron adalah satu diantara pengasuh di tempatnya. ” Dengan kekuatannya yang bermanfaat buat mereka, penerima faedah, ” tuturnya.

About admin