Home / Berita Umum / Kasus Penganiayaan Majikan Tehadap PRT Asal NTT Dilaporkan ke Polresta Pekanbaru

Kasus Penganiayaan Majikan Tehadap PRT Asal NTT Dilaporkan ke Polresta Pekanbaru

Kasus Penganiayaan Majikan Tehadap PRT Asal NTT Dilaporkan ke Polresta Pekanbaru – Wanita berinisial AB (23), pembantu rumah tangga (PRT) asal Nusa Tenggara Timur, disangka berubah menjadi korban penganiayaan majikan. Masalah ini diadukan ke Polresta Pekanbaru.

“Kita telah membuat laporan ke Polresta Pekanbaru. Kami sifatnya memberikannya pendampingan pada korban,” kata Koordinator Instansi Pemberian Perlindungan Wanita serta Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini pada wartawan, Senin (15/4/2019).

Laporan ke Polresta Pekanbaru dijalankan pada 11 April. Korban pada LBP2AR akui dipukul majikannya.

“Kala menempatkan nasi itu, A ketawa sebab sembari lihat video lucu di youtube. Majikannya menduga menertawai dianya. Karena itu A langsung dipukul dengan pelang pintu (besi) serta gagang sapu ke punggungnya,” kata Rosmaini.

Pendapat penganiayaan ini tersingkap kala korban share ke temannya yang PRT. Info ini lantas menebar sampai LBP2AR memberikannya pendampingan.

“Dari sana kita mengerjakan pendampingan hukum,” kata Rosmaini.

Terakhir, kata Rosmaini, korban disangka didesak untuk berdamai oleh aktor. Korban bolak-balik dihubungi keluarga majikan dengan argumen ingin bertemu.

“A yang telah keluar rumah dari majikannya selanjutnya ada bersama-sama pacarnya ke rumah salah satunya keluarga aktor. Di sanalah A didesak tanda-tangan surat perdamaian dengan dikasih uang Rp 200 ribu,” kata Rosmaini.

Pihak LBP2AR gagasannya ini hari akan menyerahkan uang perdamaian itu ke Polresta Pekanbaru.

“Korban didesak tanda-tangan serta dikasih uang Rp 200 ribu oleh aktor. Ancamannya jika tidak pingin berdamai, korban akan diadukan balik ke Polresta Pekanbaru,” kata Rosmaini.

Selain itu, Ketua Paguyuban keluarga NTT, Floba Mora Riau, Albert menyampaikan, pihaknya juga menemani korban dalam proses hukum.

“Kita mengharapkan ini ada keadilan. Jangan sampai buat jadi adik-adik kami ini dari NTT jadi korban kekerasan majikannya. Kami mengharap masalah pendapat penganiayaan ini harus tetap dilanjut. Kami menuntut keadilan,” kata Albert.

Selain itu, Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda membetulkan terdapatnya laporan itu.

“Iya benar (korban melapor). Laporannya di SPKT Polresta Pekanbaru. Sesudah itu laporan ini diselesaikan team Satreskrim,” tukasnya.

About admin