Home / Politik / Kebijakan Gubernur DKI Yang Pro Kontra

Kebijakan Gubernur DKI Yang Pro Kontra

Kebijakan Gubernur DKI Yang Pro Kontra – Pelaksana Pekerjaan (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menuturkan, tiap-tiap gubernur DKI Jakarta punya wewenang buat merubah kebijakan yg ada, termasuk juga contohnya menjaga atau menarik saham Pemprov DKI dari salah satunya perusahaan bir.

Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomer penentuan tiga, Anies Baswedan, seperti dilaporkan tribunnews. com, Jumat (20/1/2017) , menuturkan dapat jual saham Pemprov di perusahaan bir apabila selanjutnya dipilih jadi Gubernur DKI Jakarta. Duwit hasil penjualan saham itu, kata Anies, dapat dialokasikan buat bangun sarana umum serta penuhi keperluan basic warga.

” Segala kebijakan dari gubernur kami hargai, siapa juga. Ini peraturan main. Jadi tiap-tiap gubernur mempunyai taktik serta kebijakan berlainan, pengen ditarik pengen ditambah itu semasing gubernur mempunyai kebijakan sendiri, ” kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017) , perihal kemauan Anies itu.

Sumarsono menilainya kalau boleh-boleh saja buat Pemprov DKI punya saham di perusahaan mana lantas asal hal semacam tersebut tak tidak mematuhi peraturan.

” Teori investment itu masalah lumrah tak lumrah, segala yg di cari itu bottom line-nya. Seandainya saya mempunyai duwit Rp 1. 000, saya simpan dimana itu dapat untung serta tersebut masuk PAD (pendapatan asli daerah) , ” papar Sumarsono.

” Seandainya itu selanjutnya dia punya titik periode seandainya duit demikian lebih pendek serta untungkan, why not? Tiada larangan teristimewa buat pemerintah sertakan modalnya atau memberikannya investasinya, penyertaan di usaha sepanjang itu halal, ” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta punya saham di PT Delta Djakarta Tbk yg misalnya menghasilkan serta mendistribusikan bir. DKI menanam saham sebesar 26, 25 % di perusahaan itu pada th. 1970.

About admin