Home / peristiwa / Obyek Wisata Geologi Lumpur Lapindo
Satu pesawat Casa NC 212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara 1 Puspenerbal, melintas di atas pusat semburan lumpur panas Lapindo Sidoarjo, Rabu (26/11). Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan membangun jalur rel baru yang terletak di sebelah barat tanggul lumpur Lapindo sepanjang 10 Km senilai Rp200 miliar, guna mengantisipasi rel kereta api di Porong, Sidoarjo, dari ancaman lumpur Lapindo. ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/mes/14

Obyek Wisata Geologi Lumpur Lapindo

Masih belum hilang dari kepala anda, kejadian bocornya pipa gas Lapindo di tahun 2006 lalu. Lebih dari ribuan kubik lumpur sekarang telah meinggalkan hamparan tanah lapang yang luas di kota Sidoarjo. Semburan lumpur yang di ketahui tersebut sudah menelan rumah-rumah, sekolah-sekolah, persawahan, pabrik serta membuat sekiranya 40.000 orang diharuskan mengungsi.

 

Lumpur yang berasal dari sebuah proyek PT Lapindo Brantas tersebut telah memuntahkan sampai 180.000 meter kubik lumpur setiap harinya serta di prediksi bakal terus mengalir hingga 25 tahun lebih kedepan. Sejumlah upaya sudah di lakukan pemerintah untuk bisa mengatasi permasalahan ini. Mulai dari membangun tanggul, mengumpulkan berbagai pakar untuk bisa mencari solusi sampai menekan pabrik untuk segera memberikan kompensasi pada para korban.

 

Ide untuk membangun peninggalan ini menjadi obyek wisata kelihatannya mulai terealisasi. Walaupun masih belum di bentuk sebagai obyek wisata secara resmi, daerah lumpur Lapindo sudah menjadi daya tarik tersendiri untuk sejumlah wisatawan lokal serta manca. Ratusan wisatawan setiap hari mengunjungi padang lumpur ini hanya untuk sekedar mengambil gambar. Malah ada yang menjadikan ini sebagai obyek penelitian geologi.

 

Sejumlah warga juga memanfaatkan situasi ini untuk panen rezeki, ada yang menawarkan tur daerah sampai menjual CD mengenai bencana lumpur pada sejumlah wisatawan yang telah datang.

About admin