Home / Berita Umum / Pengiriman 295 Ekor Benih Ikan Arwana ke Malaysia dalam Tas Pakaian Digagalkan

Pengiriman 295 Ekor Benih Ikan Arwana ke Malaysia dalam Tas Pakaian Digagalkan

Pengiriman 295 Ekor Benih Ikan Arwana ke Malaysia dalam Tas Pakaian Digagalkan  РPetugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Kwalitas serta Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) KKP Entikong menggagalkan penyelundupan beberapa ratus ekor ikan arwana ke Malaysia. Ikan itu dimasukkan dalam kantong plastik terus disimpan dalam tas kemeja.

” Ini modus biar petugas tak mencurigai barang bawaan yg dikira cuma tas kemeja, ” kata Kepala Tubuh Karantina Ikan BKIPM KKP, Rina dalam keterangannya Sabtu (23/3/2019) .

Penyelundupan itu tersingkap kala pengecekan oleh petugas pada muatan barang bagasi bus antarnegara di pintu PLBN Entikong pada Jumat (22/3) waktu 12. 00 waktu ditempat. Dalam pengecekan itu, petugas menemukannya 12 kantong plastik berisi ikan arwana yg terdiri dalam 24 ekor ikan arwana model golden serta 187 ekor ikan arwana model banjar.

Supir bus berinisial Z serta BS dikontrol oleh Team Penyidik Balai KIPM Entikong. Sesaat bus itu ditangkap jadi barang untuk bukti. Mengenai beberapa ratus benih ikan arwana ditangkap di laboratorium basah Balai KIPM Entikong.

” Butuh dilaksanakan perlakuan yg pas di laboratorium pada benih ikan arwana ini biar tak stress atau mati, ” kata Rina.

Ikan arwana (Scleropages formosus serta Sclerepages jardinii) termasuk juga model ikan purba yg sampai saat ini belum juga punah. Tetapi, ikan dengan nama beda siluk, kayangan, kalikasi, sampai kelasa ini adalah satwa langka di Indonesia. Habitat asli ikan arwana model Scleropages formosus merupakan di Kalimantan, sesaat Sclerepages jardinii punyai habitat di Papua.

” Ikan arwana adalah model ikan yg dilindungi Undang-undang. Menurut Ketetapan Menteri Kelautan serta Perikanan (Permen KP) Nomer 21 tahun 2014, anak ikan arwana dengan ukuran kurang dari 12 cm per ekornya dilarang keluar dari lokasi Negara Republik Indonesia, ” kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Menurut Susi penggagalan usaha penyelundupan mendukung biar model ikan itu tak punah. Ia menyebutkan ikan arwana model Scleropages formosus udah masuk dalam Red Daftar International Union for Conservation of Nature and Wajar Sumber (IUCN) serta Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) , hingga dilarang diperjual-belikan terkecuali hasil penangkaran (domestikasi) .

” Saya mengharapkan kedepannya tak ada lagi yg memperjualbelikan benih ikan arwana. Perbuatan tak bertanggung-jawab ini sangatlah mengintimidasi keberlanjutan spesiesnya di alam, ” katanya.

About admin