Home / kesehatan / Penurunan Kadar Testeron

Penurunan Kadar Testeron

Kurangnya hormon testosteron pada tubuh lelaki dapat berpengaruh pada perkembangan seksual, kesuburan, bahkan naiknnya risiko banyak penyakit kronik, sampai menimbulkan kematian apabila tak cepat diatasi. Lelaki yang mengalami kurang testosteron dikatakan juga dengan hipogonadisme. Keadaan ini dialami sebab kemampuan testis mengalami penurunan dalam menghasilkan testosteron yang memadai. Faktor utama kadar testosteron yang rendah yaitu adanya penurunan libido, disfungsi ereksi, gampang merasakan lelah, gampang mengeluarkan keringat, penambahan lingkar pinggang, peningkatan massa lemak pada bagian perut, serta mengantuk usai makan.

Sayangnya, masih banyak lelaki yang berusia lanjut yang mengabaikan gejala-gejala itu. Sebab, keadaan tersebut dinilai wajar terjadi pada usia lanjut. Padahal gejala itu adalah tanda seorang lelaki mengalami penurunan testosteron (hipogonadisme) maupun sindrom defisiensi testosteron.

 Seiring dengan bertambahnya usia, kandungan testosteron seluhnya pada tubuh lelaki memang tentu menurun. Penurunan ini hampir 2-35 tiap tahunnya. Sehingga, pada usia 40 tahun, kandungan testosteron jadi hampir 65-70% serta pada usia 60 tahun ke atas hampir 45-50% dari umur 25 tahun,” ungkap Dr. Johannes Soedjono, M.Kes.,Sp. Tak hanya karena faktor umur, penurunan kadar testosteron bisa dengan cepat oleh berbagai penyakit misalnya saja adipositas, yakni penumpukkan massa lemak pada bagian perut, diabetes, serta hipertensi.

Oleh sebab itu, para lelaki yang berumur di atas 40 tahun maupun mengalami disfungsi ereksi serta diabetes tipe 2 seharusnya memeriksakan kandungan testosteronnya. Apabila benar ada penurunan testosteron, maka dokter bakal memberikan pengobatan sulih hormon demi menurunkan risiko kematian, yang dapat dikarenakan oleh penyakit jantung.

About admin