Home / Politik / Peran Mensos Sangat Support

Peran Mensos Sangat Support

Peran Mensos Sangat Support – Periode akhir kampanye Pilkada DKI Jakarta putaran ke dua dapat dipakai oleh semasing pasangan calon utk habis-habisan berkampanye faedah merebut hati pemilih. Diantara satu langkah merupakan mengoptimalkan peran jejaring sosial sebagai instrumen kampanye.

Tim Pemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sadari peran terutama jejaring sosial dalam menjaring support.

Koordinator INSIDER (Anies- Sandi Digital Volunteer), Anthony Leong mengimbau terhadap semua relawan utk jadi lebih gencar berkampanye di jejaring sosial yg ia anggap sebagai ujung tombak kemenangan.

Jejaring sosial jaman sekarang miliki peran yg sangatlah penting utk memenangkan pasangan Anies-Sandi. Dikarenakan melalui medsos kami dapat memberikan pesan yg lebih mendalam ke warga, ” kata Anthony di TB Simatupang, Jakarta, Jumat (7/4).

Anthony menyebutkan INSIDER ditinggali oleh anak muda yg pintar buat isi kreatif. Mereka, banyak relawan digital, diberikan kebebasan utk berkreasi didunia maya. Salah satu yang wajib dicegah merupakan menyinggung atau memanfaatkan gossip SARA.

” Kita jual value yg positif perihal Anies-Sandi di jejaring sosial, ” kata Anthony.

Hal mirip juga dikerjakan kubu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Mereka bahkan juga menempatkan taktik tidak serupa saat periode akhir kampanye.

Terhadap CNNIndonesia. com, Ketua Tim Media Martin Manurung mengemukakan timnya sekarang lebih perbanyak isi yg menghadirkan segi lain Ahok-Djarot di jejaring sosial.

Tim medsos Ahok-Djarot juga mengusahakan menebar serta mengenalkan istri Ahok, Veronica Tan serta istri Djarot, Happy Farida.

” Ada Ahok Show, Bu Vero (Veronica) yg dapat main cello, ada laga basket pada mereka (Ahok-Djarot), ” kata Martin.

Kampanye di jejaring sosial miliki tantangan sendiri. Walaupun saling menjauhi gossip SARA, ke dua pihak mengakui acapkali berhadap-hadapan dengan banyak buzzer politik.

Buzzer dapat juga disebut yaitu aktor, baik dengan cara individu atau group, yg mobilisasi kegunaan pemasaran utk ‘menjual’ product mereka.

“Di-bully, serta beroleh serangan dari buzzer itu hal yg umum kami hadapi sejak mulai awal kampanye, ” kata Anthony yg juga Fungsionaris Himpunan Pebisnis Muda Indonesia (HIPMI).

Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengemukakan kampanye di jejaring sosial teristimewa di Jakarta dapat membuat persepsi umum.

” Di Jakarta efek (kampanye pada) jejaring sosial sangatlah tinggi dikarenakan pemakai Facebook, Twitter, serta jejaring sosial yang lain itu sangatlah tinggi, ” kata Karyono.

Tidak hanya memiliki pengaruh, kampanye di jejaring sosial juga relatif lebih murah ketimbang kampanye tatap muka segera di kampung-kampung.

Perihal itu, kata Karyono, membuat jejaring sosial miliki peran cukup strategis.

Karyono menyambung, jejaring sosial dapat untungkan andaikan pasangan calon menggunakan itu utk memberikan visi, misi, program, atau menghadirkan kelebihan tanpa ada mesti mencaci maki atau mencari kelemahan lawan.

Pendapat tidak serupa diutarakan pengamat politik dari Kampus Gadjah Mada, Mada Sukmajati. Menurut dia, pemakai jejaring sosial didominasi oleh kelas menengah maka tdk mencerminkan pemilih Jakarta dengan cara seluruh.

” Tdk dapat mengekspresikan seluruh, cuma kelas menengah, khususnya yg terdidik. Mereka yg tingkat ekonomi bagus yg dapat membuka jejaring sosial, ” kata Mada.

Perang kampanye di jejaring sosial, kata Mada, kebanyakan diwarnai oleh pertarungan wacana. Akan tetapi, dia menyebutkan kalau perang wacana atau inspirasi itu tdk dapat jadikan sinyal utk menyaksikan pasangan mana yg lebih unggul dari sisi kampanye di jejaring sosial.

” Wacana yg menguasai (di jejaring sosial) juga tdk artinya dia memberikan sebagian besar, ” pungkasnya.

Jejaring sosial di yakini Mada tdk berikan akibat berarti. Sebab, menurutnya, pemakai jejaring sosial di Jakarta udah miliki pilihan terang yg sukar utk beralih

About admin