Home / Berita Umum / WNI Yang Dikenal Keturunan Prancis Ikuti Akademi TNI

WNI Yang Dikenal Keturunan Prancis Ikuti Akademi TNI

WNI Yang Dikenal Keturunan Prancis Ikuti Akademi TNI – Sekitar 860 terdiri 596 taruna Akademi TNI serta 264 taruna Akademi Kepolisian menuruti Pendidikan Basic Integrasi Kemitraan Akademi TNI serta Akpol Tahun 2019 di Akademi Militer Magelang. Pendidikan basic ini dapat terjadi sepanjang 3 bulan, salah satu disertai Taruna WNI keturunan Perancis, Enzo Zenz Allie.

Menurut pengamatan detikcom, sebelum pembukaan Pendidikan Basic Integrasi Kemitraan Akademi TNI serta Akpol Tahun 2019 mulai, Enzo juga turut dalam barisan berbarengan taruna yang lain. Dia juga tampak turut ada di barisan yg kenakan seragam komplet.

Video, Taruna Akmil keturunan Perancis inipun pernah viral. Enzo, sebagai anak dari pasangan Jean Paul Francois serta Siti Hajah Tilaria. Ayahnya Enzo, sudah wafat serta sehabis ayahnya wafat dibawa ke Indonesia diasuh ibunya.

Mengusik video Enzo yg viral itu, Danjen Akademi TNI, Laksdya TNI Aan Kurnia membetulkan, kalaupun video itu sudah viral.

“Benar. Kan telah ketahui semua, kalaupun viral,” ujarnya selesai buka Pendidikan Basic Integrasi Kemitraan Akademi TNI serta Akpol Tahun 2019 di Akmil Magelang, Selasa (6/8/2019).

Menyikapi dapat Enzo yang disebut WNI keturunan Perancis itu, ujarnya, bagus serta positif. Menurut dia, bapaknya sebagai orang Perancis serta ibunya dari Sumatera Utara dan sehabis bapaknya wafat, Enzo diasuh ibunya di Indonesia. Bahkan juga dimasukkan ke ponpes.

“Respon saya, ya positif, bagus, ditambah lagi ia bapaknya orang Perancis, ibunya orang Sumatera Utara. Lalu, semenjak bapaknya almarhum dibawa sama ibunya ke Indonesia, dimasukkan ke pesantren,” papar Aan.

“Itu ngajinya mungkin saya kalah kali. Jadi, ngajinya hebat, agamanya bagus, dapat kuasai empat bahasa Inggris, Perancis, Jerman, satu Jepang atau Itali,” paparnya.

Faksinya menerangkan bila Enzo telah berubah menjadi Penduduk Negara Indonesia.

“Jelas, telah. Kalaupun tidak Warna Negara Indonesia, tidak bisa dong. Walaupun, parasnya, muka bule,” katanya.

“Yang pasti, kita punyai standard, kalaupun standarnya tidak penuhi jelas tidak masuk. Jangankan ia, anak petinggi saja, yg tidak penuhi ketentuan ya tidak dapat masuk. Tetapi juga banyak anak, seperti tempo hari ada anak petani, ditambah lagi bapaknya kerja di bengkel, guru, beberapa dari menengah kebawah masuk juga, tetapi lantaran benar-benar bagus itu,” ujarnya sembari mengatakan Enzo sebagai anak yatim.

Waktu diberikan pertanyaan masuknya Enzo sebagai keturunan yg pertama, ujarnya, tidak pun lantaran sudah pernah ada pada Angkatan Laut yg WNI keturunan Belanda serta saat ini telah pensiun

“Tidak pun, jadi dahulu. Contoh di Angakatan Laut, sudah pernah Dankormad ada senior sekali telah pensiun itu dari keturunan Belanda. Parasnya ya seperti gini pun, tetapi telah penduduk negara Indonesia. Sepanjang ia telah penuhi penduduk negara Indonesia, dapat,” tegasnya.

Aan menerangkan, pendidikan ini dapat dilakukan sepanjang 3 bulan. Sehabis 3 bulan, yg taruna dari Akademi Kepolisian dapat menyambung pendidikan di Semarang. Lalu, buat Taruna TNI mencakup Angkatan Darat, Luat serta Udara dapat menyambung pendidikan sepanjang 3 bulan di Akmil Magelang sampai pangkat Kopral Taruna.

“Pendidikan ini dapat dilakukan sepanjang 3 bulan, usai itu rekan-rekan dari Akademi Kepolisian dapat menyambung pendidikan di Semarang serta yg Akademi TNI, Darat, Laut, Udara dapat menyambung 3 bulan di sini hingga sampai pangkat Kopral Taruna,” ujarnya.

“Pekerjaan integrasi ini semenjak kepolisian terlepas atau terpisah dari TNI ini yg ke-5, dahulu masih AKABRI kita saling, tetapi semenjak Reformasi itu pisahlah, lalu ini yg tahun ke-5. Ini sangatlah berfaedah lantaran kedepan pekerjaan negara ini, TNI serta Polri mesti selalu saling bersama, mesti selalu sama sama bekerjasama, mesti berintegrasi,” ujarnya.

“Nah, ini di mulai dari mereka calon-calon pemimpin TNI serta Polri. Mereka mesti sama sama tahu, ini makin lebih berfaedah, jauh jalinan batin historinya begitu kuat. Mirip contoh saya dengan rekan-rekan saya yg di Kepolisian hubungan makin lebih dekat lantaran sudah pernah rasakan pahit, sulit, suka, senang, duka di Lembah Tidar. Ini masa lalu tidak kita dilupakan,” paparnya.

Selanjutnya sepanjang 3 bulan di kawah candradimuka Akmil Magelang, ujarnya, dari sebelumnya yg baru-baru ini lulus dari SMA, dari sipil dapat dibuat berubah menjadi militer dan dari sipil berubah menjadi polisi. Hal semacam itu mencakup kedisiplinan, sikap, hormat, hirarki serta mental.

“Yg pertama di sini kita dapat mengenolkan mereka yg mereka baru lulus dari SMA, jadi kita ganti dari sipil berubah menjadi militer, berubah menjadi polisi. Jadi, sekiranya kedisiplinan, sikap, hormat, hirarki, mesti ada sama mental juga. Jadi belum masuk keilmu tentaranya belum, tetapi bagaimana mengubah mental mereka siap buat masuk ke pendidikan setelah itu. Sekiranya di sini, mulai kita latih bagaimana berintegrasi,” katanya.

About penulis77